Minggu, 28 April 2019
Artificial Intelegent
Saya mendukung dengan
adanya AI , dikarena ada beberapa hal yang dapat di dapat dari AI untuk
penjelasanya sebagai berikut:
AI telah menghadirkan manfaat
ekonomi yang nyata bagi berbagai organisasi di Asia Pasifik. AI juga merupakan
salah satu bagian terpenting dalam agenda nasional “Making Indonesia 4.0”, yang
diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan lalu. Insiatif Revolusi
Industri 4.0 diharapkan dapat menghasilkan transformasi yang pesat dan
menyeluruh di Indonesia.
Sebagai contoh, perusahaan pengiriman kontainer global terkemuka OOCL melaporkan bahwa penggunaan AI pada bisnis mereka telah menghemat $10 juta setiap tahunnya, sementara itu Apollo Hospitals di India menggunakan AI untuk membantu memprediksi penyakit jantung di antara setiap pasiennya.
Sebagai contoh, perusahaan pengiriman kontainer global terkemuka OOCL melaporkan bahwa penggunaan AI pada bisnis mereka telah menghemat $10 juta setiap tahunnya, sementara itu Apollo Hospitals di India menggunakan AI untuk membantu memprediksi penyakit jantung di antara setiap pasiennya.
Baik bank swasta dan milik
negara di Indonesia termasuk Bank Central Asia, Bank Mandiri dan Bank Rakyat
Indonesia juga telah memulai implementasi teknologi AI untuk memaksimalkan
pelayanan pelanggan mereka dengan mengembangkan chat bot virtual pintar.
Haris Izmee, Direktur Utama Microsoft Indonesia menyampaikan pihaknya menyadari AI merupakan teknologi yang menggantikan sesuatu, terutama ketika berbicara mengenai fungsinya dalam menggantikan lapangan pekerjaan.
"Faktanya, topik penting pembicaraan yang muncul ketika saya bertemu dengan para pimpinan perusahaan dan pemerintahan di Asia Pasifik adalah pencabangan AI dalam tenaga kerja. Kita perlu bertanya pada diri kita sendiri jika gangguan sosial yang AI dapat ciptakan akan secara keseluruhan akan lebih besar dibandingkan manfaatnya," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (2/5).
Evolusi Pekerjaan dalam Masa Depan Berbasis AI Perspektif Microsoft adalah bahwa adanya gangguan berskala besar merupakan tantangan bagi setiap revolusi industri. Dulu, merupakan hal yang biasa bagi sebuah kantor untuk memiliki sekumpulan pekerja yang bertugas mengetik. Jelas, peran ini tidak lagi relevan di kantor modern saat ini, berkat perkembangan komputasi personal. Munculnya AI akan membentuk kembali pekerjaan dengan cara yang sama.
Haris Izmee, Direktur Utama Microsoft Indonesia menyampaikan pihaknya menyadari AI merupakan teknologi yang menggantikan sesuatu, terutama ketika berbicara mengenai fungsinya dalam menggantikan lapangan pekerjaan.
"Faktanya, topik penting pembicaraan yang muncul ketika saya bertemu dengan para pimpinan perusahaan dan pemerintahan di Asia Pasifik adalah pencabangan AI dalam tenaga kerja. Kita perlu bertanya pada diri kita sendiri jika gangguan sosial yang AI dapat ciptakan akan secara keseluruhan akan lebih besar dibandingkan manfaatnya," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (2/5).
Evolusi Pekerjaan dalam Masa Depan Berbasis AI Perspektif Microsoft adalah bahwa adanya gangguan berskala besar merupakan tantangan bagi setiap revolusi industri. Dulu, merupakan hal yang biasa bagi sebuah kantor untuk memiliki sekumpulan pekerja yang bertugas mengetik. Jelas, peran ini tidak lagi relevan di kantor modern saat ini, berkat perkembangan komputasi personal. Munculnya AI akan membentuk kembali pekerjaan dengan cara yang sama.
Studi Microsoft dan IDC terbaru
yang berjudul “Unlocking the Economic Impact of Digital Transformation in Asia
Pacific. Pertama, menunjukkan bahwa 85% pekerjaan di Asia Pasifik akan
mengalami transformasi dalam tiga tahun ke depan. Para responden dalam studi
mengatakan bahwa lebih dari 50% pekerjaan akan dipindahtugaskan ke posisi baru
dan/atau dilatih ulang dan ditingkatkan keterampilannya untuk transformasi
digital.
Yang menarik adalah bahwa Studi ini menunjukkan bahwa 26% pekerjaan merupakan jenis pekerjaan baru yang diciptakan dari transformasi digital, yang akan mengimbangi 27% pekerjaan yang akan dialihdayakan atau dikerjakan secara otomatis. Dengan kata lain, dampak AI terhadap lapangan pekerjaan secara keseluruhan akan netral.
"Dikarenakan AI terus mengubah sifat pekerjaan, kita perlu memikirkan kembali pendidikan, keterampilan, dan pelatihan untuk memastikan bahwa setiap orang dipersiapkan untuk pekerjaan di masa depan dan bisnis-bisnis yang memiliki akses kepada orang-orang yang akan membuatnya menjadi berhasil,” lanjutnya.
Yang menarik adalah bahwa Studi ini menunjukkan bahwa 26% pekerjaan merupakan jenis pekerjaan baru yang diciptakan dari transformasi digital, yang akan mengimbangi 27% pekerjaan yang akan dialihdayakan atau dikerjakan secara otomatis. Dengan kata lain, dampak AI terhadap lapangan pekerjaan secara keseluruhan akan netral.
"Dikarenakan AI terus mengubah sifat pekerjaan, kita perlu memikirkan kembali pendidikan, keterampilan, dan pelatihan untuk memastikan bahwa setiap orang dipersiapkan untuk pekerjaan di masa depan dan bisnis-bisnis yang memiliki akses kepada orang-orang yang akan membuatnya menjadi berhasil,” lanjutnya.
Kedua, selain penyebaran AI, hal
yang sama pentingnya adalah mempersiapkan masyarakat dan para pekerja kita
untuk perubahan yang akan datang yang akan
diakselerasi oleh AI.
diakselerasi oleh AI.
Ketiga, untuk sepenuhnya
menyadari manfaat AI, dan untuk meminimalisir hasil negatifnya, maka perusahaan
teknologi, organisasi swasta dan publik harus bersatu
dengan rasa tanggung jawab bersama.
dengan rasa tanggung jawab bersama.
Sementara itu penjelasan tentang
AI sebagai berikut
Tujuan dengan dibuatnya
AI Sendiri memang tujuan positif yakni berusaha untuk bisa menjadikan mesin
jadi lebih pintar dalam menjalankan fungsi, mampu memahami kecerdasan untuk
tujuan ilmiah hingga jadikan teknologi kian maju lagi. Berikut ini beberapa dampak
positif AI yang harus Anda tahu:
- Memberi penyederhanaan solusi pada kasus
rumit
AI dibuat dengan tujuan
utama untuk bisa mempermudah segala hal yang dilakukan oleh manusia. Hal ini
lantaran dalam kehidupan tentu banyak masalah yang terjadi. Itulah dampak
positif adanya AI dimana mampu memberikan sebuah penyederhanaan untuk berbagai
macam kasus yang rumit dimana kemungkinan banyak manusia belum bisa
menyelesaikannya. Dengan demikian kerjasama teknologi AI dan manusia pun
sinkron.
- Menghemat waktu dalam menyelesaikan
masalah
Selain AI bisa
menyederhanakan, tentunya hal ini pun menjadikan penyelesaian masalah jadi kian
hemat waktu. Dengan lebih menyingkat waktu dalam menyelesaikan masalah rumit,
tentunya hal ini akan bisa menjadikan waktu yang digunakan setiap harinya oleh
manusia bisa makin efektif dan efisien.
- Tingkatkan produktivitas kerja
Anda tentu tahu jika
saat ini sudah banyak sekali negara yang maju misal saja Jepang, Amerika hingga
Korea yang sudah mempercayakan segala proses pekerjaan sebagian besarnya adalah
untuk robot. Dengan adanya bantuan robot yang telah dibekali dengan artificial
intelligence ini, maka pekerjaan yang berat jadi ringan, lama jadi
sebentar dan tentunya akan makin produktif yang mampu tingkatkan keuntungan
dari perusahaan pelaksananya. Tak seperti manusia yang bisa sakit, lelah dan
bahkan malas, robot tidaklah demikian.
- Penggabungan pengetahuan dalam berbagai
bidang
AI sendiri bekerja
dengan pengolahan berbagai data dan kemudian di prosesnya menjadi sebuah sumber
pembelajaran. Tak heran jika AI ini mampu mengembangkan pengetahuan dengan di
input pakar lewat para insinyur kepada AI sehingga bisa dapat diolah lalu
digabungkan jadi sebuah sumber pembelajaran baru dan pastinya tanpa batas.
Itulah beberapa
dampak positif adanya artificial intelligence yang bisa
dirasakan sampai saat ini. Memang era robot sudah menjadi dampak adanya
teknologi sehingga manusia yang kurang produktif pun mulai tersingkir. Meski
demikian, AI juga memiliki banyak kekurangan karena AI tetap adalah ciptaan
manusia yang tidak bisa sesempurna otak manusia.